Kelor atau Moringa Oleivera

Tanaman kelor dalam bahasa tumbuhan disebut dengan Moringa Oleivera. Kelor termasuk dalam tumbuhuan perdu yang memiliki ketinggian tanaman 7-11 meter. Daun kelor oleh masyarakat jawa banyak dimanfaatkan sebagai tanaman pagar yang juga memiliki fungsi sebagai obat-obatan. Kelor dapat berkembang biak dengan baik pada daerah yang mempunyai ketinggian tanah 300-500 meter di atas permukaan laut. Bunganya berwarna putih kekuning kuningan dan tudung pelepah bunganya berwarna hijau. Bunga kelor keluar sepanjang tahun dengan aroma bau semerbak. Buah kelor berbentuk segi tiga memanjang yang disebut klentang (Jawa). Sedang getahnya yang telah berubah warna menjadi coklat disebut blendok (Jawa).

Tanaman daun kelor dan polong kelor

Tanaman kelor memiliki nama daerah di Indonesia, seperti :

- Kelor : Jawa, Sunda, Bali, Lampung
- Kerol : Buru
- Marangghi : Madura
- Moltong : Flores
- Kelo : Gorontalo
- Keloro : Bugis
- Kawano : Sumba
- Ongge : Bima
- Hau fo : Timor-timor

Daun kelor memiliki kandungan vitamin A yang sangat tinggi dibanding dengan buah-buahan atau sayuran, setiap 100 gr daun kelor mengandung 3.390 SI vitamin A. Dengan tingginya kandungan vitamin A, daun kelor sering disebut sebagai Ratu dari vitamin A.

Vitamin A yang dimiliki daun kelor 2 kali lebih tinggi dari bayam, 30 kali lebih tinggi dari buncis. Selain tinggi vitamin A, daun kelor juga tinggi akan kalsium, sekitar 400 mg/100gr, serta fosfor 70 mg/100gr. Namun sayangnya aroma daun kelor yang muda bila dimasak menjadi sayur bening atau sayur bobor akan semakin berkurang.

Kandungan nutrisi yang dimiliki daun kelor

Keterangan gambar :

- Daun kelor memiliki zat besi lebih banyak 75 kali lipat dibanding zat besi yang dimiliki daun bayam.

- Kandungan vitamin C daun kelor lebih banyak 7 kali lipat dibanding dengan jeruk.

- Daun kelor yang juga memiliki kalsium lebih tinggi nilainya hingga 17 kali lipat dibanding dengan susu.

- Protein yang juga terkandung dalam daun kelor lebih banyak hingga 9 kali lipat dibanding dengan portein yang terdapat dalam yogurt.

- Kandungan potassiumnya yang juga dimiliki daun kelor lebih tinggi 15 kali lipat dibanding dengan pisang.

- Wortel yang juga memiliki vitamin C yang jauh lebih rendah dibanding dengan daun kelor yang memiliki vitamin C lebih besar 0 kali lipat dibanding wortel.

Daun kelor oleh banyak masyarakat Indonesia yang tinggal di pedalaman desa, sudah mengenal manfaat dan fungsi daun kelor yang tidak hanya dijadikan tanaman perdu biasa, namun juga digunakan sebagai tanaman yang berkhasiat menjadi obat, tanaman kelor yang bisa dimanfaatkan mulai akar, batang, daun dan bijinya. Akar kelor yang dicampur dengan kulit akar pepaya yang digiling dan dihancurkan dapat digunakan sebagai obat luar untuk mengobati penyakit beri-beri, serta daunnya yang dicampur dengan kapur sirih dapat dijadikan sebagai obat oles untuk mengobati kulit kurap dengan cara digosokkan pada bagian kulit yang terdapat kurap.

Bagian dari tanaman kelor ini seperti daun, polong dan ekstrak daun kelornya ampuh menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah bagi mereka yang sudah dinyatakan memiliki kadar kolesterol tinggi serta menurunkan jumlah kolesterol yang tiba-tiba naik kembali.


=====================================

>>> Kapsul Daun Kelor Untuk Mengobati Rematik, Sesak Nafas, Diabetes, Gangguan Susah Buang Air Kecil, Melancarkan BAB, Mengobati Luka, Mengatasi Penyakit Beri-Beri, Mengobati Penyakit Kurap, Mengobati Sariawan dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Daun Kelor and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>